Senin, 13 September 2010

SEJARAH GEOLOGI DAERAH SALUMEKKO


SEJARAH GEOLOGI



Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada Kala Eosen Akhir, dimana daerah penelitian merupakan lingkungan laut dalam pada daerah slope, pada kondisi ini terjadi aktivitas vulkanisme yang  dipengaruhi oleh aktivitas tektonik secara regional sehingga mengeluarkan rempah vulkanik yang berukuran pasir hingga bongkah dan lava. Pada saat pengendapan material vulkanik tersebut, terendapkan pula batugamping yang membentuk satuan breksi vulkanik. Proses ini hanya berlangsung selama Kala Eosen Akhir.
Memasuki Kala Oligosen pada daerah penelitian proses pengendapan terhenti, dimana suplai sedimen tidak diendapkan atau dengan kata lain proses pengendapan tidak terjadi dimana proses erosi lebih dominan bekerja pada kala tersebut di atas.
            Pada Kala Miosen Awal, dimana terjadi aktivitas vulkanik dari gunungapi Kalamisseng. Aktivitas vulkanik ini terdiri atas beberapa kali periode erupsi baik erupsi yang bersifat eksplosiv dan erupsi yang bersifat effusif pada kondisi darat. Periode erupsi yang pertama terjadi proses erupsi yang bersifat effusif yang menghasilkan batuan beku ekstrusif yang bersifat andesitik membentuk satuan andesit. Kemudian diikuti dengan proses erupsi secara eksplosiv dari gunungapi Kalamisseng yang mengeluarkan material material vulkanik mulai dari yang berukuran lanau hingga yang berukuran pasir membentuk satuan tufa.
Setelah terbentuknya satuan batuan tersebut diatas, terjadi proses tektonik oleh gaya kompresi berarah Utara Timurlaut – Selatan Baratdaya yang menyebabkan terjadinya struktur geologi berupa kekar dan sesar pada daerah penenlitian.
 Pada Kala Miosen Akhir, terjadi aktivitas gunungapi Camba yang bersifat effusif menghasilkan aliran lava yang bersifat basal dan membentuk satuan basal.
Akhir dari proses geologi yaitu pada Kala Holosen dimana terjadi proses geologi muda berupa proses denudasi pada bagian timur daerah penelitian. Proses geologi muda pada daerah penelitian terjadi pada kondisi transisi. Proses denudasional ini terdiri atas aktifitas erosi berupa abrasi dan sedimentasi pada litologi daerah penelitian. Proses inilah yang kemudian mengontrol pembentukan morfologi pedataran pantai pada daerah penelitian dan membentuk endapan alluvial. Proses geologi muda ini masih terus berlangsung hingga sekarang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites